Dandim Pastikan TNI Tetap Netral

Kodim 0905/Balikpapan  –  Tahun 2018 adalah tahun politik. Di sejumlah provinsi, salah satunya Kaltim, bakal dilaksanakan pemilihan gubernur. Berkaitan dengan hal ini, TNI sebagai salah satu institusi tertinggi negara yang harus netral akan membantu menjaga keamanan proses pemilihan, sehingga situasinya tetap kondusif. Dandim 0905 Balikpapan, Kolonel Inf Hendri Wijaya pun menyatakan, kenetralan akan dijunjung tinggi seluruh prajurit TNI.

Untuk kesiapan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak dan berlanjut dengan Pemilihan Legislatif 2019 nanti, sesuai perintah pimpinan tertinggi TNI, baik panglima TNI maupun panglima Kodam VI Mulawarman, menyatakan bahwa TNI harus netral. “TNI berada di semua golongan, tidak berpihak. TNI juga tidak boleh menggunakan perlengkapan mereka untuk kepentingan politik,” ungkap Dandim 0905 Balikpapan, Kamis (11/1).

Dia menegaskan, para prajurit harus menjunjung tinggi perintah pimpinan. Prajurit TNI juga akan mem-backup Polri semaksimal mungkin demi berjalannya pesta demokrasi yang aman, damai, dan tertib sesuai keinginan seluruh pihak.

Dalam melakukan backup tersebut, seluruh unsur telah dipersiapkan, baik sebelum maupun saat hari H. “Kami pastikan semua aman. Kami amankan dengan parameter yang diperbolehkan, ketentuan dalam backup polisi. Selain itu, jelang penetapan calon, kami juga melakukan pemantauan” katanya.

Dalam menjaga kenetralan anggota TNI, upaya yang telah dilakukan, di antaranya, melaksanakan ceramah di tiap satuan. Anggota juga dibekali buku netralitas. “Saya yakini mereka semua sudah paham netralitas TNI. Setiap saat Kamis kami juga sampaikan, termasuk nanti saat dekat dengan pemilu kami ulangi,” jelasnya.

Dandim juga menyampaikan agar masyarakat ikut mengawasi. Jika ada prajurit TNI yang berpihak, masyarakat dipersilakan melapor. “Laporkan saja kalau memang ada. Tapi sejauh yang saya yakini, mereka paham netralitas TNI dan kami berdiri di semua golongan,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, masyarakat pasti mengetahui bahwa TNI, benar-benar netral. Jikapun nanti ada kandidat terpilih, ini merupakan pilihan rakyat yang akan memimpin Kaltim lima tahun ke depan.

Sementara bagi prajurit yang melakukan pelanggaran, ditegaskannya, akan ada sanksi yang diberlakukan. Sanksi tersebut berupa sanksi administrasi, sanksi disiplin, termasuk hukum pidana melalui peradilan militer. “Ada aturannya tersendiri. Jika ditemukan, ada proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya. (cha/rus/k1)

Sumber: http://balikpapan.prokal.co/read/news/225966-dandim-tekankan-netralitas-tni.html

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*